06
Mei
09

Rani Juliani, Caddy Cantik yang Jadi Rebutan (2)

Rani oh Rani

Sering Dapat Tips Dolar dari Jaksa RANI Juliani (22) masih terus menjadi bahan perbincangan warga  kawasan Jalan Kampung Kosong, Kelurahan Panunggangan, Tangerang. Ada yang menyayangkan Rani menikah siri dengan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Namun  ada pula yang menimpakan kesalahan kepada Rani.

Eneng, tetangga depan rumah Rani, mengungkapkan perempuan kelahiran Tangerang 1 Juli 1986 itu memang tergolong centil. Wajar saja karena Rani memiliki paras cantik. Dia juga tidak menyalahkan Rani atas keputusannya menikahi Nasrudin, yang akrab disapa Zul di Kampung Kosong.

“Pak Zul orangnya manis gitu. Cakep lah. Cuma nggak tahu juga mengapa Rani mau nikah dengan Pak Zul. Kan orangnya sudah umuran gitu,” ungkap Eneng saat ditemui di kediamannya, Jalan Kampung Kosong No 24, Panunggangan, Tangerang, Selasa (5/5).

Menurut Eneng, Rani sendiri sebenarnya sudah hidup berkecukupan sejak kecil. Meski ayahnya, Endang M Hasan, hanya berprofesi sebagai sopir pribadi di pabrik Tifico, penghasilannya lebih dari cukup untuk kalangan masyarakat di kawasan itu. Orangtua Rani mampu membeli satu unit mobil Suzuki Carry ketika Rani masih dalam kandungan. “Tanah dan rumah juga didapat dari hasil jerih bapaknya,” kata Eneng.

Sikap centil ditunjukkan Rani saat dia beranjak remaja. Eneng menyebutkan Rani punya seorang pacar ketika masih duduk di bangku SMP. Pacar Rani adalah seorang cowok yang tinggal tidak jauh dari rumahnya di Jalan Kampung Kosong No 8 RT 01/04, Panunggangan, Tangerang.

“Tapi  saya nggak tahu mengapa putus. Cowoknya juga sudah nggak tinggal di sini lagi,” ujarnya. Usai menamatkan pendidikannya di tingkat SMA, Rani sempat mendaftarkan diri sebagai calon pramugari di sebuah maskapai penerbangan.

Sayang dia diminta untuk menunggu karena berat badan yang dinilai sedikit berlebih. Untuk menurunkan berat badan,  tercetus ide menjadi seorang caddy. “Kata ibunya jadi caddy golf  saja dulu. Kan caddy itu kerjaannya keliling lapangan, jadi biar cepat kurus. Mungkin karena sudah enak jadi caddy, nggak diterusin lagi jadi pramugari. Padahal badannya makin bagus, sudah nggak gemuk kayak waktu mau jadi pramugari,” lanjutnya.

Selama Rani menjadi caddy, Eneng sesekali mendapat cerita kesuksesan remaja yang dulu sempat diasuhnya ketika masih balita. Engkus, ibu Rani, bercerita putrinya kerap mendapat uang dollar dari seorang  jaksa. Uang itu diperoleh Rani setelah menjadi caddy sang jaksa di Padang Golf Modernland Tangerang (PGMT).

Ada juga tips berupa perhiasan atau uang rupiah yang jumlahnya tidak sedikit. Seorang pelanggan yang berprofesi sebagai jaksa itu ditemani Rani sebelum dia terlibat dengan Nasrudin. “Apa Jaksa itu Pak Antasari atau bukan, saya nggak tahu. Yang pasti itu sebelum sama Pak Zul. Itu yang cerita ibunya,” tambah Eneng.
Layani Nasrudin

Ketua RT 01 Kelurahan Panunggangan, M Sidik, mengatakan keluarga Rani sudah tinggal selama puluhan tahun di wilayah tersebut. Tanah yang kemudian menjadi tempat berdirinya rumah Rani dibeli sekitar tahun 1980-an. “Setelah dibeli mereka langsung bangun rumah,”  kata Sidik.

Sidik mengenal pasangan Endang dan Engkus (orangtua Rani), sebagai warga yang cukup aktif di lingkungannya. Bila ada penngajian atau kegiatan warga lainnya, pasangan yang dikaruniai empat anak itu selalu hadir. Namun, Sidik mengaku tidak begitu mengenal Rani.

“Kalau dengan bapaknya (Rani) kita tegur sapa biasa aja. Karena dia tahu saya RT di sini,” tegas Sidik yang mengaku tidak mendapat laporan ke mana keluarga Rani pergi setelah terjadi kasus penembakan Nasrudin, 14 Maret lalu.

Sidik mengenal  Rani saat dia masih bekerja di PGMT. Sebelum akhirnya beraktifitas penuh sebagai ketua RT, Sidik adalah petugas keamanan  PGMT. Sidik hanya bertegur sapa dengan Rani saat berada di kawasan PGMT.

“Saya ketemu kalau lagi dapat shift jaga dan dia pas turun (jadi caddy). Paling kalau ketemu saya, dia cuma nyapa Pak RT,”  kata Sidik. Pria yang pensiun dari PGMT pada tahun 2007 itu turut memastikan Rani sebagai caddy langganan Nasrudin.

Setiap kali direktur anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) itu main golf,  Rani selalu yang menjadi caddy. Lalu apakah Rani juga caddy Ketua KPK nonaktif Antasari Azhar? “Wah itu saya nggak tahu.

Yang  jelas setiap Pak Nasrudin main golf, pasti Rani yang jadi caddy. Kalau Pak Nasrudin nggak  main,  Rani sama yang lain,” tegasnya. (persda network/m ismunadi)


0 Responses to “Rani Juliani, Caddy Cantik yang Jadi Rebutan (2)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: