05
Mei
09

Seputar Flu Babi di Pekanbaru

Distan Bagikan Disinfektan
PEKANBARU, TRIBUN – Sebagai upaya antisipasi dan kewaspadaan terhadap flu babi di Kota Pekanbaru, Dinas Pertanian Kota Pekanbaru telah membagikan disinfektan kepada para peternak babi dan peternak ayam potong. Namun, ini dikhususkan bagi peternak ayam potong dan peternak babi yang tidak mampu membeli disinfektan. Berhubung, dari 400 lebih peternak babi di Kota Pekanbaru, hanya 28 peternak yang dikatakan mampu atau peternak berskala besar. Sedangkan selebihnya hanya peternak kecil yang memiliki jumlah babi dibawah 100 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pekanbaru, Ir Sentot Djoko P kepada Tribun di kantornya, Selasa (5/5) menyebutkan bahwa hingga saat ini pihaknya telah membagikan ratusan liter disinfektan kepada peternak ayam potong dan peternak babi yang tidak mampu membeli, karena disinfektan dari Distan ini tidak diperjualbelikan.

“Untuk itu, bagi peternak babi atau ayam potong yang tidak mampu membeli disinfektan, silahkan datang ke Kantor Distan Pekanbaru di Jalan Sudirman samping kanan Rumah Makan Riau Kuring. Bagi peternak yang mampu, disinfektan bisa di dapat di pakan ternak,” ungkap Sentot.

Mengenai pencegahan, jelas Sentot, peternak babi harus membersihkan kandang, kandang harus terkena sinar matahari, sirkulasi udara harus ada dan cukup, pakan harus berkualitas, lakukan disinfektan secara teratur minimal satu kali tiga hari.

“Sementara, untuk prosedur tetap penanganan babi terindikasi flu babi berbeda dengan flu burung. Untuk flu babi, kita akan mengambil darah babi dan liur di tenggorokannya. Kemudian, kita akan kirimkan darah dan liur itu ke penyidik dan peneliti di Bukittinggi. Kita melakukan tindakan setelah ada rekomendasi dari peneliti tersebut. Disini, apakah dilakukan populasi lokal atai global. Ini dapat ditentukan dengan kualitas flu, apakah termasuk low patogenik atau high patogenik,” papar Sentot.

Ditambahkan Sentot, apabila low patogenik, maka akan dilakukan populasi lokal (pemusnahan satu kandang). Apabila high patogenik, maka kita akan melakukan populasi global (pemusnahan satu peternakan). Sedangkan untuk ternak yang dimusnahkan akan dilakukan ganti rugi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Rini Hermiyati kepada Tribun, Selasa (5/5) mengatakan, penanganan pasien yang terindikasi flu babi sama dengan penanganan pasien terindikasi flu burung.

“Pasien suspek flu babi akan dirawat di ruangan isolasi flu babi. Kemudian akan dilakukan perawatan,” jelas Rini.

Saat ini dikenal empat macam virus flu babi yaitu H1N1, H1N2, H3N2 dan H3N1. Tetapi, yang paling belakangan banyak ditemukan adalah jenis H1N1. Virus H1N1 sejatinya hanya mengenai babi, tetapi karena adanya mutasi maka virus ini berubah sifat sehingga mampu menginfeksi manusia. Parahnya lagi, tidak seperti virus flu burung (H5N1) yang tidak ditularkan dari manusia ke manusia, virus flu babi H1N1 dapat menyebar dari orang ke orang. H1N1, H1N2 dan H3N2 merupakan ke 3 subtipe virus influenza yang umum ditemukan pada babi yang mewabah di Amerika Utara, tetapi pernah juga sub tipe H4N6 diisolasi dari babi yang terkena pneumonia di Canada. (cr5)

Epidemiologi (Penyebaran)

Penyebaran virus influensa dari babi ke babi dapat melalui kontak moncong babi, melalui udara atau droplet. Faktor cuaca dan stres akan mempercepat penularan. Virus tidak akan tahan lama di udara terbuka.

Transmisi inter spesies dapat terjadi, sub tipe H1N1 mempunyai kesanggupan menulari antara spesies terutama babi, bebek, kalkun dan manusia, demikian juga sub tipe H3N2 yang merupakan sub tipe lain dari influensa A H1N1.

Penyakit pada manusia umumnya terjadi pada kondisi musim dingin. Transmisi kepada babi yang dikandangkan atau hampir diruangan terbuka dapat melalui udara seperti pada
kejadian di Perancis dan beberapa wabah penyakit di Inggris. Babi sebagai karier penyakit klasik di Denmark, Jepang, Italy dan kemungkinan Inggris telah dilaporkan.

Penyebab

Penyebab penyakit saluran pernafasan pada babi adalah virus influensa tipe A yang termasuk
Famili Orthomyxoviridae. Virus ini erat kaitannya dengan penyebab swine influenza, equine influenza dan avian influenza (fowl plaque). Ukuran virus tersebut berdiameter 80- 120 cm.

Kedua tipe ini (tipe A dan B) diketahui sangat progresif dalam perubahan antigenik yang sangat dramatik sekali (antigenik shift). Pergeseran antigenik tersebut sangat berhubungan dengan sifat penularan secara pandemik dan keganasan penyakit.

Antibodi juga terbentuk terhadap antigen neurominidase, tetapi tidak berperan dalam pencegahan infeksi.

Gejala

Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa, yaitu demam, lesu, kurang semangat, dan batuk. Selain itu juga dapat dijumpai gejala meler dari hodung, radang tenggorokan, mual, muntah dan diare. Pada tahap lanjut, dapat dijumpai sesak nafas. Kematian biasanya terjadi akibat adanya kegagalan pernafasan.

Ciri khas

Pada babi yang terkena virus H1N1, gejala biasanya berupa peningkatan suhu tubuh hingga 41,80 derajat celcius, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernafas, mata merah dan tidak mau makan.

Penyakit ini menyebar sangat cepat

Pada kejadian wabah penyakit masa inkubasi sering berkisar antara 1-2 hari, tetapi bisa 2-7 hari dengan rata-rata 4 hari. Ada tiga langkah untuk memastikan apakah seseorang terjangkit flu babi atau tidak, yaitu VCR, Instalasi Virus dan Peningkatan Antibodi.

Permasalahan

– Dapat menyebabkan kematian secara pendemi (RT, RW, Kelurahan, Kecamatan bahkan Pulau)
– Dapat menyebar dari orang ke orang.
– Penularannya dengan cara flu biasa melalui batuk atau bersin.
– Manusia yang terinfeksi karena menyentuh benda yang terkontaminasi virus flu babi dari orang lain kemudian memegang mulut atau hidungnya.

Tindakan Pencegahan terhadap manusia
– Menutup hidung dan mulut dengan tissue saat batuk atau bersin (tissue yang mengandung alkohol juga dapat digunakan).
– Mencuci tangan dengan sabun dan air terutama setelah batuk atau bersin.
– Menghindari kontak erat dengan orang yang sakit flu.
– Jika sakit hendaknya tetap berada di rumah, agar tidak menginfeksi orang lain.
– Menghindari menyentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.

Pencegahan terhadap babi

– Menjaga kebersihan kandang dan peralatan pakan
– Menjaga sirkulasi udara dalam kandang
– Menjaga agar ternak tidak berdesakan di dalam kandang
– Menjaga kualitas dan kuantitas pakan
– Desinfeksi kandang secara teratur
– Babi yang sakit dipisah (karantina)
– Kontrol lalu lintas babi

Penularan Flu Babi

– Kontak lansung dengan babi yang sakit
– Melalui droplet yang terbang di udara
– Melalui droplet yang menempel pada kandang atau peralatan kandang
– Masa inkubasi 2 – 7 hari
– Morbiditas sampai 100%
– Mortalitas rendah (1-4%) apabila tidak diikuti infeksi sekunder

Pengobatan

– Obat flu babi sama dengan obat yang digunakan untuk flu biasa atau flu burung seperti obat
antivirus oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir. Obat ini lebih efektif diberikan pada tahap dini perjalanan penyakit, saat kerusakan pada sel paru-paru belum terlalu parah.
– Belum ada vaksin yang dapat melindungi agar tidak terkena flu babi. Oleh karena itu langkah
pencegahan untuk membatasi penularan sangat penting.

Secara khusus pencegahan penyebaran flu babi dapat dilakukan :
– Melalui lintas sektor, terhadap dinas peternakan
– Melalui lintas program, Promkes

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dan mengidentifikasi :
– Orang yang wilayahnya / penduduknya dekat dengan peternakan babi
– Lingkungan yang tidak sehat / tidak kondusif (mobilisasi babi liar )
– Konsumen, Pedagang, pendatang, pengguna (pasar yang ada jualan babi)
– Menghindari kontak dengan babi
– Menghindari kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi dengan babi.


0 Responses to “Seputar Flu Babi di Pekanbaru”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: