05
Mei
09

Kisah Kamar 808 Hotel Grand Mahakam

IST, Selasa, 5 Mei 2009 | 09:04 WITA

HOTEL Grand Mahakam menjadi saksi bisu pemicu perseteruan antara Ketua KPK non aktif Antasari Azhar dan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) (alm) Nasrudin Zulkarnaen.

Di kamar 808, Antasari pernah kepergok sedang bermesraan dengan Rani Juliani. Foto dan video mesra Antasari-Rani Juliani yang disita dari handphpne milik Rani Juliani di kamar 808 Hotel Grand Mahakam, menjadi senjata ampuh bagi Nasruddin untuk menekan Antasari.

Sumber Persda Network menjelaskan, peristiwa kepergoknya Antasari-Juliani terjadi sekitar Mei 2008 persis lima bulan setelah Antasari dilantik menjadi Ketua KPK.

Nasrudin yang merasa telah menikahi Rani (Juni 2007), mendidih darahnya mendengar kabar istrinya sedang bermesraan dengan Antasari.

Tanpa berpikir panjang, Nasrudin langsung mendatangi kamar 808 tempat yang diduga digunakan Antasari sedang bercumbu rayu dengan Rani. Kamar 808, disebut-sebut kamar eksekutif lantaran tak semua orang bisa menyewa kamar tersebut. Sumber Persda menjelaskan, Antasari check in di kamar tersebut, melalui oleh Sigid Haryo Wibisono yang kini juga berstatus tersangka pembunuhan Nasrudin.

“Nasrudin masuk ke kamar tersebut dengan berpura-pura sebagai room service,” terang sumber Persda yang tak mau disebutkan namanya. Begitu pintu terbuka, Nasrudin langsung menyerbu ke dalam untuk memastikan istrinya berada di kamar tersebut. Mendapati istrinya yang sedang berada di kamar tersebut, Nasruddin marah.

Perang mulut antara Antasari,Nasruddin pun tak terelakkan. “Iya, terjadi pertengkaran hebat di kamar 808 tersebut,” jelas sumber lain kepada Persda. Handphone milik Rani Juliani yang dulunya berprofesi sebagai caddy golf pun disita Nasrudin. Di dalam handphone, Nasrudin juga menemukan bukti lainnya. “Ada foto mesra Antasari dan Rani,” terang sumber tersebut. .

Bermodalkan foto mesra tersebut, Nasrudin pun mulai melakukan aksinya. Nasrudin meminta kepada Antasari untuk menyediakan dana Rp 1,2 miliar. Jika tidak, maka foto mesra Antasari dan Rani akan dipublikasikan.

Nasrudin yang juga pelapor kasus dugaan korupsi di PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), mendesak agar Antasari menetapkan pimpinan PT RNI menjadi tersangka. Namun permintaan Nasrudin tak kunjung dipenuhi. Nasrudin pun terus menerus meneror akan mempublikasikan foto tersebut.

Tak tahan dengan teror itu, Antasari meminta bantuan Sigid Haryo Wibisono untuk menghabisi nyawa Nasrudin. (persda network/yls)


1 Response to “Kisah Kamar 808 Hotel Grand Mahakam”


  1. Mei 5, 2009 pukul 5:11 pm

    Kasihan Antasari, tapi kasus ini kayaknya juga menutupi kekisruhan pemilu ya
    kujungi juga Newbie dari Komunitas Blogger Banyuwangi 57net.co.cc


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: