23
Apr
09

Spirit Baru Riau

Wartawan. Wartawan dalam defenisinya menurut saya adalah seorang yang sufistik (melepaskan diri dari urusan manusia). Tapi tidak memfokuskan pemikiran kepada Tuhan. Namun mengabdikan diri kepada fakta dan melakukan verifikasi terhadap fakta itu.

Setidaknya itulah yang saya tangkap dari apa yang dilakukan wartawan.  Ini saya ambil dari pengalaman saya menjadi wartawan yunior di Tribun Pekanbaru sejak awal bulan April lalu.

Harian Pagi Tribun Pekanbaru dengan motto Spirit Baru Riau membuat saya bersemangat untuk menjalani profesi wartawan itu. Apalagi menjadi wartawan Tribun suatu tantangan bagi saya. Dimana, saya harus mengubah cara fikir saya saat menjadi wartawan sebelumnya (saya pernah mejadi wartawan di Group Riau Pos yakni Posmetro Padang).

Lain memang prinsip yang diterapkan kepada wartawan Tribun. Logis dan membuat saya tidak sanggup untuk berkata iya. Berkata iya untuk sebuah penghancuran moral yang akan menggerogoti relung hati nurani dan keberpihakan kepada masyarakat.


0 Responses to “Spirit Baru Riau”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: