05
Sep
08

Penambang PETI Divonis, Istri Meraung

-Istri Meraung, PN Sawahlunto Nyaris Heboh
SAWAHLUNTO, METRO
Entah tidak terima dengan vonis hakim, entah merasa tidak mendapat keadilan, Harismadeni, istri dari terdakwa Irwan (31) alias Ujang Boran dalam perkara penambangan tanpa izin (Peti), meratap dan meraung di ruang tahanan Pengadilan Negeri Sawahlunto. Ratapan dan raungan istri terdakwa tersebut nyaris menghebohkan PN Sawahlunto. Hal ini terjadi usai sidang putusan terdakwa, Rabu (6/8).

Majelis Hakim yang dipimpin Novrida Diansari SH dengan hakim anggota Wini Noviarini SH dan Andris HG SH didampingi Panitera Pengganti, Suhendri Y SH menjatuhkan vonis terhadap terdakwa 8 bulan penjara. Setelah sebelumnya terdakwa dituntut 1 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),Gusti Nengsari SH.

Usai Majelis Hakim tersebut menjatuhkan vonis, sidangpun ditutup. Sementara terdakwa pun digiring sipir ke ruang tahanan pengadilan. Pengunjung pun keluar dari ruangan sidang. Tidak lama berselang, sesampai di ruang tahanan pengadilan tersebut, istri terdakwa yang sedari tadi mengikuti jalannya persidangan tak kuasa menahan tangisnya. Malahan ia (istri terdakwa-red) meratap dan meraung hingga terdengar keseluruh penjuru ruangan PN Sawahlunto tersebut.

Alhasil, hampir seluruh penghuni PN tersebut berdatangan ke ruang tahanan untuk mengetahui apa yang terjadi. Tidak peduli dengan orang yang berduyun-duyun datang, istri terdakwa terus meratap dan meraung malahan memagut kaki suaminya sambil berkata, "Manga co iko bana nasib awak da, anak awak lah sakolah pulo." Melihat itu, dua perempuan parobaya yang kemudian diketahui mertua dan ibu terdakwa juga ikut menangis dan meratap.

Akhirnya, sekitar 30 menit berlalu, istri terdakwa dan mertua serta ibunya pun tenang. Sipir dan jaksa yang sedari tadi berusaha menenangkan mereka pun membawa terdakwa ke mobil tahanan guna dibawa ke Rumah Tahanan Klas IIb Sawahlunto.

Ujang Boran yang sempat ditemui POSMETRO mengatakan bahwa ia merasa mendapat ketidak adilan. Karena di dalam kasusnya ada tiga orang terdakwa, sedangkan yang ditahan hanya dia dan Wil Hendri. Sedangkan seorang terdakwa lagi berinisial "Ir" tidak ditahan alias bebas.

Setelah diusut POSMETRO, ternyata "Ir" tetap ditahan. Namun ia mengajukan permohonan tahanan kota, sehingga ia tidak ditahan di Rutan. Akan tetapi ia tetap menjalani persidangan dan sudah berjalan dua kali.

Lebih lanjut dikatakan Ujang Boran, ia mengaku bahwa ia tidak punya untuk jaminan dan karena itu pulalah ia menambang batubara. "Dek iduik kami cando iko ma da," ungkapnya.. Disebutkannya bahwa ia memiliki seorang istri dan dua orang anak. Satu orang baru masuk SD dan satu lagi baru masuk SMP. Untuk biaya itu, istrinya hutang sana sini. Sementara anaknya yang besar kadang sekolah dan kadang tidak sekolah. Ketika ditanya kepadanya, anak itu mengaku malu dengan temannya karena temannya sering mengejeknya.

Sedangkan untuk kelanjutan sekolah anaknya, Ujang mengaku tidak tahu mau berbuat apa, begitu juga dengan istrinya. "Kalau ado pitih ditaruihkan anak sakolah, kalau indak tapaso baranti sajo lai," ungkap mereka.

Sementara, kejadian yang membuat terdakwa divonis berawal dari tertangkapnya terdakwa ketika melakukan penambangan tanpa izin. Terdakwa ditangkap polisi tanggal 23 April 2008 lalu sekitar pukul 12.00 WIB di lokasi penambangan Desa Rantih Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto. Terdakwa telah melakukan penambangan tanpa izin dengan memperkerjakan orang lain seperti Hengky, Dodo, Adi dan Riki.

Dari pekerjaan mereka itu, mereka telah berhasil mendapatkan batubara sebanyak 9 ton dengan tambang dalam. Disini, negara telah dirugikan oleh kedua tersangka karena tidak membayar royalti. Untuk setiap satu ton batubara, terdakwa seharusnya membayar royalti senilai Rp 9.000. Akibatnya negara dirugikan dengan nilai sekitar Rp 81.000. (nph)


0 Responses to “Penambang PETI Divonis, Istri Meraung”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: