15
Mei
09

Perempuan Tiang Negara

transparan.jpgMenurut loe-loe pada, apakah benar perempuan tiang sebuah negara? Kata beberapa ahli negara sejak zaman Herodotus dulu sih begitu. Perempuan adalah tiang negara. Bila perempuan di sebuah negara itu sudah banyak yang rusak mentalnya, maka negara tersebut juga akan ikut rusak.

Kalau kita lihat ke Indonesia, perempuan Indonesia saat ini sedang menggalakkan yang namanya Emansipasi Wanita. Apakah itu benar?

Kita lihat fenomena yang terjadi, oknum perempuan dengan terang-terangan melakukan pornoaksi dan berpakaian serba minim. Sehingga banyak sekali dari oknum perempuan itu yang menjadi korban pelecehan seksual. Malahan, mereka mau dibayar untuk diperkosa. Parahnya lagi, ada dari mereka yang membayar untuk memuaskan hawa nafsunya.

Keji memang, namun itulah yang terjadi. Sementara, remaja perempuan banyak yang luput dari perjhatian dan panatauan orang tua. Sehingga mereka terjerembab ke lembah nista yakni pergaulan bebas. Akhirnya masa depan mereka suram dan banyak pula yang bunuh diri serta melacurkan diri.

Salah satu penyakit yang mematikan akibat lemahnya perempuan adalah HIV/AIDS. Korbannya di Indonesia sudah jutaan orang. Jutaan yang meninggal dan jutaan yang masih hidup. Parahnya pula, anak-anak mereka yang tidak berdosa juga menjadi korban penyakit mematikan itu.

Mengenai seks, jangan salahkan lelaki saja yang melakukan perkosaan dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Kadang perempuan lupa dengan suami ketika ia mengejar karier. Katanya emansipasi perempuan, tapi suaminya dilupakan. Padahal, perempuan yang tidak menuruti perintah suami imbalannya di dalam Islam adalah neraka. Sementara, di dalam agama lainnya juga hampir sama.

Melihat kondisi itu, seperti apa pula Indonesia saat ini. Serba tidak jelas. Entah kemana negara ini akan dibawa oleh para pemimpin bangsa yang suka berebut kekuasaan. Uang rakyat digunakan untuk menyelenggarakan Pemilu. Berapa banyak uang rakyat yang dihabiskan untuk membiayai Pemilu? Partai begitu banyak, akibatnya rakyat menjadi pusing dan terpecah-pecah dan terkotak-kotak.

Kondisi ini sangat rawan konflik. Kalau saja para politikus arif, hendaknya tidak membuat partai begitu banyak. Karena itu akan menghabiskan uang rakyat saja. Buktinya, pada Pemilu Legislatif 9 April lalu, hanya beberapa partai yang berhasil meraup suara untuk mendapatkan kursi di DPRD.

Ini ironis sekali ketika mereka  mengumbar janji dalam kampanye. Mereka serentak mengatakan akan membuat Indonesia maju dan masyarakat sejahtera.  Padahal, mereka sudah  mengambil hak rakyat. Uang yang digunakan untuk membuat surat suara selebar triplet itu sangat banyak dan itu sangat mubazir. Mubazir itu khan tidak ada gunanya.

Bukti tentang ini, di ribuan TPS, belasan partai tidak mengantongi suara satupun. Jangankan satu, 0,000000000000001 saja tidak. Ini apa namanya kalau tidak mubazir. Maka tunggu saja hukuman bagi mereka yang menghamburkan uang rakyat.

About these ads

1 Response to “Perempuan Tiang Negara”


  1. Januari 6, 2010 pukul 12:54 pm

    yaa itu memang bukaan tiang negara karna masak dilihatkan payu dara he…3x


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: